V. Dhammadipa

[cs_heading column_size=”1/1″ heading_title=”SEJARAH ” heading_style=”1″ heading_align=”center” heading_divider=”on” heading_font_style=”normal”][/cs_heading]

[cs_column column_size=”1/2″]

Vihara Padepokan Dhammadipa Arama dibangun pada tahun 1971, di Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang Jawa Timur. Vihara ini awalnya dibangun dengan sangat sederhana karena keterbatasan biaya. Gedung utamanya hampir semuanya terbuat dari bambu, hanya saja atapnya genteng dengan biaya Rp. 19.000. Veluvana merupakan Dhammasala pertama yang dibangun di Vihara Padepokan Dhammadipa Arama. Pada 25 September 1971, Vihara ini mendapat kunjungan dari Presiden W.F.B (World Fellowship of Buddhis) yang mana memberikan Buddha Rupang setinggi ± 40 cm, sekaligus dihadiri Y.A. Ashin Jinarakhita. Kemudian pada tahun 1972, Y.M. Phra Ñāṇavaraborn (Kicchara Mahāthera) juga menghadiahkan Buddha Rupang dengan Samādhi Mudra setinggi 1 m yang dilapisi (kimpo) emas.

Pada tahun 1973, ada suatu kejadian unik di Vihara Padepokan Dhammadipa Arama, yang mana 2 buah Buddha Rupang dari Dhammasala Veluvana dibawa kabur oleh perampok. Akan tetapi, 2 minggu kemudian Buddha Rupang tersebut diserahkan kembali oleh Kapolwil Malang. Akibat peristiwa tersebut, Vihara Padepokan Dhammadipa Arama menjadi terkenal sehingga banyak orang yang berkunjung dan banyak pula yang berdana. Dari dana itulah, pada tahun 1975 Vihara Padepokan Dhammadipa Arama dapat merenovasi bangunan Dhammasala Utama (Veluvana) dari bambu menjadi bangunan permanen dan diresmikan pada 16 Mei 1976 (10.00 WIB).

Pada 16 Mei 1976, atas saran Somdet Phra ñāṇasaṁvāra, Vihara Veluvana diubah menjadi Dhammadipa Ārāma (pulau tempat bagi manusia untuk tinggal dan hidup daripadanya). Pada tahun ini juga, berdiri Yayasan Dhammadipa Ārāma yang diketuai oleh Herman S. Endro dan Drs. Djamal Bakir sebagai sekretarisnya. Pada 26 Mei 1988, ada perubahan Akta Notaris Handoko, S.H. Malang dengan ketua Yayasan Bhikkhu Khantidharo. Dan pada 1990, Bhikkhu Dhammasubho yang menetap di Dhammadipa Ārāma membangun kuti-kuti dari kayu ulin untuk para BhikkhuPada tahun 1992, PDA mulai bersinar kembali dengan kehadiran Bhikkhu Khantidharo yang mana membangun kuti dari kayu Ulin bagi para Bhikkhu dan juga umat peserta latihan Vipassanā. Pada tahun 1995, diresmikan bangunan khusus berbentuk segi delapan untuk bermeditasi yang diberi nama Bhāvanā Sābha. Pada tahun 1997, diresmikannya Uposathaghara, Bale Kambang, Reclining Buddha yang dihadiri oleh para Bhikkhu dari dalam negeri maupun luar negeri.

[/cs_column][cs_column column_size=”1/2″]  Pada tahun 2001, lahan seluas ±640m2 membujur dari barat ke timur dibangun sebuah museum bawah tanah yang dinamakan Museum Dhammādasa (setiap orang yang berkunjung ke Museum ini dapat melihat Dhamma sebagai kesunyataan hidup, tentang suatu ajaran kebenaran) Oleh Y.M. Sri Paññavaro Mahāthera.

Padepokan Dhammadipa Ārāma memiliki sebuah Pagoda yang sangat indah dan dinamakan Paṭirupaka Shwedagon Pagoda yang menjadi salah satu kemegahan Vihara Padepokan Dhammadipa Ārāma. Pembangunan ini diprakarsai oleh U Wim Pie dari Myanmar dan peletakan batu pertama pada tahun 5 Agustus 2001 serta diresmikan pada 7 Desember 2003. Pagoda terdiri dari 3 lantai; lantai pertama terdapat 21 ruangan khusus untuk berlatih meditasi duduk bagi wanita. Keunikan dari pagoda ini adalah terdapatnya sebuah sumur suci yang berada di tengah bangunan Pagoda, yang mana airnya langsung dapat diminum bagi para pengunjung yang datang. Pada lantai kedua terdapat 7 altar Buddha Buddha sesuai dengan hari (senin-minggu). Pada lantai ketiga/ atas terdapat sebuah stupa besar yang menyimpan relik Sang Buddha yang dinamakan Gandha Kuti.

Pada tahun 2005, pembangunan Dhammasala Lumbini dimulai. Pada Dhammasala Lumbini ini ditempatkan sebuah Rupang Buddha setinggi 2,5 m yang diterima dari Myanmar. Pada 28 Oktober 2007, diresmikannya tiga bangunan sekaligus yaitu Dhammasala Veluvana, kantor sekretariat yang baru direnovasi dan Dhammasala Lumbini. Kemudian pada 2009, dibangunnya asrama putri dan setahun setelahnya diresmikan dengan nama Wisma Saddhadevi.

Proses pembangunan di Padepokan Dhammadīpa Ārāma tidak seolah tak pernah berhenti sehingga pada tahun 2011 diresmikannya Bursa, Garasi Mobil, Prasasti Asoka, dan Tugu Kalama Sutta sebagai hadiah Bhikkhu Khantidharo yang ke-80. Pada tahun ini pula, Padepokan Dhammadīpa Ārāma berhasil mendidik dan meluluskan sebanyak 15 sarjana yang berstatus sebagai pabbajitā. Hingga saat ini, Padepokan Dhammadīpa Ārāma menjadi tempat pendidikan bagi para Sāmaṇera dan Aṭṭhasīlani yang diharapkan dapat melahirkan para penyebar Dhamma yang berkualitas.

[/cs_column]

[cs_quote column_size=”1/1″ cs_quote_section_title=”MOTTO” quote_cite_url=”#” quote_align=”center”]JAMU JATI JARAN KENDI – JAGA MULUT, JAGA TINDAKAN, JAGA PIKIRAN, KENDALIKAN DIRI[/cs_quote]