Y.M. Bhikkhu Saccadhammo Thera: Mencitai sepenuh hati menyebabkan sakit hati, mencintai sepenuh jiwa menyebapkan sakit jiwa

Berbuat kebaikan dengan berpujabakti adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan di Vihara Padepokan Dhammadipa Arāma Batu terutama oleh para Samanera dan Atthasilani. Pujabakti merupakan salah satu kewajiaban Samanera dan Atthasilani yang harus diikuti setidaknya selama tinggal diPadepokan Dhammadipa Arārama atau menjalani kehidupan sebagais seorang Pabbajita (Petapa). Akan tetapi, berbeda halnya dengan Pujabakti malam ini tanggal 08 November 2018, pukul 19:00 WIB adalah Pujabakti khusus sebagai peringatan Uposatha yang pada malam ini adalah Uposataha bulan gelap.

Setiap Pujabakti Uposatha sangat diwajibkan untuk para Mahasiswa/I  Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa Batu dalam hal ini para Samanera, Atthasilani dan Upasaka dan Upasika mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya pujabakti saja, tetapi dalam peringatan Uposatha khususnya dari Badan Eksekitif Mahasisa juga mengundang Bhikkhu untuk memberikan ceramah Dhamma atau Dhammadesana. Pada kesempatan ini Y.M. Saccadhammo Thera selaku anggota Sangha Theravada Indonesia berkenan memberikan Dhammadesana untuk para Mahasiswa/I.

Dalam Ceramahnya Y.M. Saccadhammo Thera menyampaikan Bahwa” Kehidupan Para Samanera dan Atthasilani tidaklah jauh berbeda dengan kehidupan para Bhikkhu. Para Samananera dan Atthasilani menempuh pendidikan belajar dari para dosen, tetapi Para Bhikkhu juga belajar, belajar dari alam. Sebelum menjalani kehidupan seperti sekarang ini, tentunya pernah menjalani sebuah hubungan, tetapi saya yakin dijalani dengan tidak serius sehingga pada akhirnya lebih memilih menjadi Sāmanera dan Atthasilani. Sebab mencitai sepenuh hati dapat mengakibatkat sakit hati, mencintai sepenuh jiwa dapat menyebapkan sakit jiwa”.  Lebih lanjut Y.M Bhikkhu Sacchadhammo Thera mengatakan, ketika seseorang belajar baik dalam lingkungan kampus dan dilingkungan masyarakat suatu saat cepat atau lampat akan membantu seseorang apabila mampu mempraktikan setidaknya empat Point ini; (1) Mebuat kesan yang baik; (2) bisa dipercaya; (3) Memiliki Nilai Tambah; dan (4) Kenal dengan Orang yang tepat.

Demikianlah acara ini, yang diawali dari pembacaan Paritta suci dan meditasi, dan kemudian dilanjutkan kembali dengan penyampaian Dhammadesana sehingga pada akhirnya diakhiri dengan bernamaskara kepada Y.M. Bhikkhu Saccadhammo Thera.

Semoga kegiatan ini memberikan berkah, dan manfaat bagi kita dan semua makhluk, semoga semua makhluk berbahagia.