Peringatan Hari Raya Waisak di Vihara Buddharatana Ampel Gading-Malang

 

 

Minggu 10 Juni 2018 Vihara Dhammaratana ampal gading memperingati Hari Raya Waisak. Dimana acara ini dihadiri oleh Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia Y.M. Bhante Subhapañño Mahāthera, Bhante Siriratano, Bhikkhu Gunajayo, 4 Samanera dan 3 Atthasilani, serta umat Buddha dari Sukorame, Dampit, Gedangan. Acara dimulai pada pukul 13.30, kemudian dilanjutkan dengan membaca parita suci, serta Dhammadesana oleh Bhante Subhapañño Mahāthera.

Dalam ceramah Beliau menerangkan kepada umat Buddha tentang Tiga peristiwa suci yang terjadi dalam bulan Waisak, yakni kelahiran Pangeran Sidharta, Pencapaian Penerangan Sempurna oleh Petapa Gotama, dan Buddha Gotama Mahaparinibbana. Diakhir ceramah-Nya, Bhante Subhapañño juga menceritakan kisah tentang Kinara dan Kinari, yang mana pada hari ini pula diadakan peresmian patung Kinara dan kinari di Vihara Buddharatana Ampel Gading-Malang. Kinara melambangkan ‘kecintaan’ sedangkan Kinari melambangkan ‘kesetiaan’. Petapa Gotama telah melewati rintangan-rintangan yang menghalanginya dengan penuh kesetiaan terhadap cita-citanya dan kecintaan kepada semua makhluk, dengan usahanya sendiri beliau mampu merealisasikan cita-citanya yakni menjadi seorang Buddha. Karena kecintaannya kepada semua makhluk, Beliau membantu semua makhluk untuk dapat terbebas dari dukkha. Kinara dan Kinari merupakan kisah kesetiaan dan kecintaan Pangeran Siddharta dan Putri Yasodhara dalam banyak kehidupan. Pesan yang didapat dari ceramah beliau adalah “jadilah manusia yang penuh cinta dan kesetiaan. Dengan begitu kita akan hidup damai tanpa permusuhan.” 

Acara selesai dan ditutup dengan pertunjukan seni tari, yang pertama adalah Tari Anyembrame persembahan dari ibu-ibu Bali, dilanjutkan dengan Tari Jejer Gandrung dari Sekolah Minggu Buddhis Buddharatana ampel gading.

Semoga semua makhluk berbahagia.

Oleh: Atthasilani Dhammasarani