Peresmian Patung Buddha Berdiri

Peresmian Patung Buddha Bediri

 

Pada tanggal 04 Maret 2018, pukul 15 : 30 WIB, seusai Upacara Maghapuja, Para Bhikkhu, Sāmanera, Atthasilani serta para umat berbaris dan berjalan menuju depan Uposathagara tempat Patung Buddha berdiri ditempatkan. Alunan Paritta Saranagamanapathaṁ yang terdengar begitu menenangkan hati membuat Upacara tersebut menjadi amat sakral.

Acara dimulai dengan pembacaan Paritta-paritta Suci dipimpin oleh YM. Khantidharo Māhathera agar acara dapat berjalan dengan baik, dan memberikan berkah bagi para makhluk baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatanpun dapat merasakan kedamaian, kebahagiaan dari proses acara yang dilaksanakan.

Dalam pembacaan Paritta dilakukan Penyiraman air Pemberkahan terhadap Patung Buddha yang diawali oleh YM. Khantidharo Māhathera, YM. Jayamedho, YM. Silanando, YM. Sakkhadhammo, Para Sāmanera, Atthasilani, serta perwakilan dari para umat Buddha yang hadir. Hal ini sebagai bentuk simbol pembersihan diri, terutama membersihkan batin dari segala bentuk kotoran seperti Lobha, Dosa, Moha.

Oleh Sebab itu sebagai mana seperti apa yang dilakukan terhadap Patung Buddha tersebut, demikian pula hendaknya dilakukan kepada diri kita masing-masing untuk senantiasa bersih dari segala bentuk kekotoran Batin (Kilesa). Dengan demikian mendatangkan kedamaian, ketentraman, dan kebahagiaan bagi bagi diri kita maupun mahkluk lain.

Proses pemberkahan telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan para Bhikkhu. Demikianlah acara pemberkahan patung Buddha di Padepokan Dhammadīpa Ārāma Batu.

Semoga dengan diresmikannya patung Buddha ini memberikan manfaat khususnya bagi umat Buddha untuk memperkokoh keyakinannya terhadap Tiratana dan semakin maju dalam Dhamma.

Sabhe Sattha Bahavantu Sukhitata, Sādhu, Sādhu, Sādhu….!!!!!

 

Oleh: Atthasilani Sujatacarini.